PEWARNA ALAMI
GAMBAR 1
KELEBIHAN ZAT PEWARNA ALAMI
Berikut kelebihan zat pewarna makanan alami:
-
Lebih aman untuk kesehatan
Pewarna alami berasal dari tumbuhan, hewan, atau mineral sehingga lebih kecil risikonya menyebabkan alergi, iritasi, atau gangguan kesehatan dibanding pewarna sintetis. -
Ramah lingkungan
Proses pembuatan pewarna alami tidak menghasilkan limbah kimia berbahaya sehingga lebih bersifat ekologis. -
Mengandung nutrisi tambahan
Beberapa pewarna alami (misalnya kurkumin pada kunyit atau antosianin pada buah beri) mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. -
Memberi aroma dan rasa khas
Selain warna, pewarna alami sering memberikan cita rasa dan aroma yang membuat makanan lebih lezat dan segar. -
Tidak mengandung bahan kimia sintetis
Bebas dari zat aditif buatan seperti tartrazin atau sunset yellow yang berpotensi menyebabkan efek samping pada sebagian orang. -
Cocok untuk makanan tradisional dan produk organik
Pewarna alami memberikan kesan “lebih alami” dan sesuai dengan makanan tradisional atau produk yang mengutamakan kesehatan. -
Lebih diterima secara budaya dan religius
Banyak pewarna alami berasal dari bahan yang sudah dikenal dan digunakan secara turun-temurun sehingga lebih dipercaya oleh masyarakat.
CONTOH ZAT PEWARNA ALAMI DAN SUMBERNYA
Berikut contoh zat pewarna alami beserta sumbernya:
1. Kuning
-
Kurkumin → berasal dari kunyit
-
Karotenoid → terdapat pada wortel, labu, dan pepaya
2. Merah
-
Antosianin → dari buah bit, stroberi, raspberi, ubi ungu
-
Likopen → dari tomat yang matang
3. Hijau
-
Klorofil → dari daun pandan, bayam, daun suji
4. Ungu
-
Antosianin → dari kol ungu, anggur, ubi ungu
5. Cokelat
-
Tan in → dari teh, kulit manggis, biji kakao (cokelat)
6. Biru
-
Fikosianin → dari spirulina biru
-
Antosianin yang diberi perlakuan pH basa ringan → dari bunga telang
7. Oranye
-
Beta-karoten → dari wortel, labu kuning, dan jeruk
Posting Komentar untuk "PEWARNA ALAMI"
Posting Komentar