MATERI PEMBELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER I

 Tentu. Berikut saya susun materi pembelajaran IPA Kelas VII Semester 1 Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan bahasa Indonesia, menggunakan pendekatan Kurikulum Merdeka/Fase D. Materi dibuat agar dapat langsung dijadikan dasar untuk modul ajar, ATP, LKPD, PPT, dan asesmen.

MATERI PEMBELAJARAN IPA KELAS VII

KURIKULUM MERDEKA – SEMESTER 1

TAHUN PELAJARAN 2026/2027

A. Capaian Umum Pembelajaran

Pembelajaran IPA Kelas VII diarahkan agar peserta didik mampu memahami berbagai fenomena alam melalui kegiatan ilmiah. Peserta didik tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga mampu:

  1. melakukan pengamatan;

  2. mengidentifikasi masalah;

  3. mengajukan pertanyaan;

  4. membuat prediksi atau hipotesis sederhana;

  5. merencanakan penyelidikan;

  6. melakukan percobaan;

  7. menggunakan alat ukur;

  8. mengumpulkan dan menyajikan data;

  9. menganalisis data;

  10. membuat kesimpulan berdasarkan bukti;

  11. mengomunikasikan hasil penyelidikan;

  12. menerapkan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari.


BAB 1

HAKIKAT IPA DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS

1. Pengertian IPA

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang mempelajari berbagai fenomena alam melalui proses pengamatan, penyelidikan, percobaan, pengukuran, analisis, dan penalaran.

IPA membantu manusia memahami berbagai fenomena, misalnya:

  • mengapa hujan terjadi;

  • mengapa tumbuhan membutuhkan cahaya;

  • mengapa es dapat mencair;

  • mengapa besi dapat berkarat;

  • mengapa manusia membutuhkan oksigen;

  • bagaimana makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungan.


2. Cabang-Cabang IPA

Beberapa cabang utama IPA antara lain:

a. Fisika

Mempelajari materi, energi, gerak, gaya, suhu, kalor, cahaya, bunyi, listrik, dan berbagai fenomena fisik lainnya.

b. Kimia

Mempelajari materi, sifat-sifat materi, struktur materi, perubahan materi, serta interaksi antarzat.

c. Biologi

Mempelajari makhluk hidup dan kehidupannya.

d. Ilmu Bumi dan Antariksa

Mempelajari bumi, atmosfer, tata surya, bintang, planet, dan berbagai fenomena di alam semesta.


3. IPA sebagai Produk dan Proses

IPA dapat dipandang sebagai:

IPA sebagai produk

Berupa:

  • fakta;

  • konsep;

  • prinsip;

  • hukum;

  • teori.

IPA sebagai proses

Meliputi kegiatan:

Mengamati → Menanya → Memprediksi → Merencanakan Penyelidikan → Melakukan Percobaan → Mengumpulkan Data → Menganalisis Data → Menarik Kesimpulan → Mengomunikasikan


4. Keterampilan Proses Sains

Peserta didik belajar melakukan:

Mengamati

Menggunakan pancaindra atau alat bantu untuk memperoleh informasi.

Menanya

Membuat pertanyaan berdasarkan hasil pengamatan.

Memprediksi

Membuat dugaan berdasarkan pengetahuan atau informasi yang dimiliki.

Mengukur

Menggunakan alat ukur yang sesuai.

Mengumpulkan Data

Mencatat hasil pengamatan atau percobaan secara sistematis.

Menganalisis Data

Mencari pola, hubungan, atau kecenderungan dari data.

Menyimpulkan

Menentukan hasil berdasarkan bukti yang diperoleh.

Mengomunikasikan

Menyampaikan hasil penyelidikan dalam bentuk:

  • laporan;

  • tabel;

  • grafik;

  • gambar;

  • presentasi.


BAB 2

PENGUKURAN

1. Pengertian Pengukuran

Pengukuran adalah kegiatan membandingkan suatu besaran dengan satuan tertentu yang digunakan sebagai standar.

Contoh:

Panjang meja = 120 cm

Artinya panjang meja dibandingkan dengan satuan sentimeter.


2. Besaran

Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka serta satuan.

Contoh:

  • panjang;

  • massa;

  • waktu;

  • suhu;

  • volume.


3. Satuan

Satuan merupakan pembanding yang digunakan dalam pengukuran.

Satuan baku

Contoh:

  • meter;

  • kilogram;

  • sekon;

  • kelvin.

Satuan tidak baku

Contoh:

  • jengkal;

  • depa;

  • langkah;

  • gelas;

  • sendok.


4. Alat Ukur

BesaranAlat Ukur
PanjangPenggaris, meteran
MassaNeraca
WaktuStopwatch, jam
SuhuTermometer
VolumeGelas ukur

5. Pengukuran Panjang

Satuan panjang:

kilometer → hektometer → dekameter → meter → desimeter → sentimeter → milimeter

Contoh:

1 meter = 100 sentimeter


6. Pengukuran Massa

Satuan yang umum digunakan:

  • kilogram;

  • gram;

  • miligram.

Contoh:

1 kg = 1.000 gram.


7. Pengukuran Waktu

Satuan waktu:

  • sekon;

  • menit;

  • jam.

Hubungan:

1 menit = 60 sekon

1 jam = 60 menit


8. Pengukuran Suhu

Alat untuk mengukur suhu adalah termometer.

Skala suhu yang dapat diperkenalkan:

  • Celsius;

  • Fahrenheit;

  • Kelvin;

  • Reamur.

Untuk tingkat awal kelas VII, Celsius dapat menjadi skala utama yang digunakan dalam kegiatan pengukuran.


BAB 3

ZAT DAN SIFATNYA

1. Pengertian Zat

Zat adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang.

Contohnya:

  • air;

  • udara;

  • batu;

  • kayu;

  • besi;

  • minyak.


2. Wujud Zat

Zat dapat ditemukan dalam tiga wujud utama:

A. Zat Padat

Ciri-ciri:

  • bentuk tetap;

  • volume tetap;

  • partikel tersusun rapat;

  • sulit dimampatkan.

Contoh:

  • batu;

  • kayu;

  • es;

  • besi.

B. Zat Cair

Ciri-ciri:

  • bentuk mengikuti wadah;

  • volume tetap;

  • dapat mengalir;

  • partikel lebih renggang daripada zat padat.

Contoh:

  • air;

  • minyak;

  • susu.

C. Gas

Ciri-ciri:

  • bentuk tidak tetap;

  • volume tidak tetap;

  • dapat memenuhi ruang;

  • mudah dimampatkan.

Contoh:

  • oksigen;

  • karbon dioksida;

  • uap air.


3. Sifat Fisika

Sifat fisika adalah sifat zat yang dapat diamati atau diukur tanpa menghasilkan zat baru.

Contohnya:

  • warna;

  • bentuk;

  • massa;

  • volume;

  • massa jenis;

  • titik leleh;

  • titik didih;

  • kelarutan.


4. Sifat Kimia

Sifat kimia adalah kemampuan suatu zat untuk mengalami perubahan menjadi zat lain.

Contohnya:

  • mudah terbakar;

  • mudah berkarat;

  • mudah membusuk;

  • dapat bereaksi dengan zat lain.


BAB 4

PERUBAHAN ZAT

1. Perubahan Fisika

Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat baru.

Contoh:

  • es mencair;

  • air membeku;

  • air menguap;

  • kertas dipotong;

  • gula larut dalam air;

  • kayu dipotong.

Pada perubahan fisika, sifat dasar zat masih tetap.


2. Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru.

Contoh:

  • kayu terbakar;

  • besi berkarat;

  • makanan membusuk;

  • telur dimasak;

  • buah mengalami pembusukan.


3. Ciri-Ciri Perubahan Kimia

Beberapa tanda yang dapat diamati:

  • terbentuk gas;

  • terbentuk endapan;

  • terjadi perubahan warna;

  • terjadi perubahan suhu;

  • muncul bau baru;

  • menghasilkan cahaya dalam beberapa reaksi.


4. Perubahan Wujud Zat

Mencair

Padat → Cair

Contoh:

Es → Air

Membeku

Cair → Padat

Contoh:

Air → Es

Menguap

Cair → Gas

Contoh:

Air → Uap air

Mengembun

Gas → Cair

Contoh:

Uap air → Titik air

Menyublim

Padat → Gas

Contoh:

Kapur barus → Gas

Mengkristal/Mengendap

Gas → Padat


BAB 5

CAMPURAN DAN PEMISAHANNYA

1. Zat Tunggal

Zat tunggal terdiri atas satu jenis zat.

Zat tunggal dapat berupa:

  • unsur;

  • senyawa.


2. Unsur

Unsur adalah zat yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia biasa.

Contoh:

  • besi;

  • emas;

  • oksigen;

  • karbon;

  • tembaga.


3. Senyawa

Senyawa terbentuk dari dua atau lebih unsur yang bergabung secara kimia.

Contoh:

  • air;

  • karbon dioksida;

  • garam dapur.


4. Campuran

Campuran adalah gabungan dua atau lebih zat yang tidak bergabung secara kimia.

Contoh:

  • air garam;

  • air gula;

  • pasir dan air;

  • minyak dan air.


5. Campuran Homogen

Campuran yang memiliki komposisi yang seragam.

Contoh:

air + gula


6. Campuran Heterogen

Campuran yang komponennya masih dapat dibedakan.

Contoh:

pasir + air


7. Metode Pemisahan Campuran

Filtrasi

Memisahkan berdasarkan perbedaan ukuran partikel.

Contoh:

pasir dan air

Penguapan

Memisahkan zat terlarut dari pelarut dengan menguapkan pelarut.

Contoh:

garam dari air laut

Dekantasi

Memisahkan cairan dari endapan.

Distilasi

Memisahkan zat berdasarkan perbedaan titik didih.

Kromatografi

Memisahkan komponen berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan.

Contoh:

memisahkan warna pada tinta.

Magnetisasi

Memisahkan bahan yang bersifat magnetis.

Contoh:

serbuk besi dan pasir.


BAB 6

SUHU DAN KALOR

1. Pengertian Suhu

Suhu merupakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda.

Alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer.


2. Kalor

Kalor adalah energi yang berpindah dari benda bersuhu lebih tinggi menuju benda bersuhu lebih rendah.

Perpindahan kalor terjadi sampai tercapai keseimbangan suhu.


3. Perbedaan Suhu dan Kalor

SuhuKalor
Menunjukkan tingkat panas/dinginEnergi yang berpindah
Diukur dengan termometerDapat menyebabkan perubahan suhu/wujud
Satuan SI kelvinSatuan SI joule

4. Perpindahan Kalor

Ada tiga cara utama:

Konduksi

Perpindahan kalor melalui zat tanpa disertai perpindahan partikel secara keseluruhan.

Contoh:

Sendok logam menjadi panas ketika dimasukkan ke dalam air panas.

Konveksi

Perpindahan kalor yang disertai perpindahan zat.

Contoh:

Gerakan air ketika dipanaskan.

Radiasi

Perpindahan kalor tanpa memerlukan medium.

Contoh:

Panas matahari sampai ke bumi.


BAB 7

MAKHLUK HIDUP DAN ORGANISASI KEHIDUPAN

1. Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Makhluk hidup memiliki ciri-ciri:

  1. bernapas;

  2. membutuhkan makanan;

  3. bergerak;

  4. tumbuh dan berkembang;

  5. berkembang biak;

  6. peka terhadap rangsangan;

  7. mengeluarkan zat sisa;

  8. beradaptasi.


2. Sel

Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil penyusun makhluk hidup.


3. Struktur Dasar Sel

Bagian utama sel:

Membran sel

Mengatur keluar masuknya zat.

Sitoplasma

Tempat berlangsungnya berbagai aktivitas sel.

Inti sel

Mengatur aktivitas sel dan menyimpan materi genetik.


4. Sel Tumbuhan dan Sel Hewan

Sel tumbuhan memiliki:

  • dinding sel;

  • membran sel;

  • sitoplasma;

  • inti sel;

  • kloroplas;

  • vakuola.

Sel hewan memiliki:

  • membran sel;

  • sitoplasma;

  • inti sel;

  • organel lainnya.

Perbedaan utama yang dapat dikenali adalah dinding sel dan kloroplas terdapat pada sel tumbuhan.


5. Mikroskop

Mikroskop digunakan untuk mengamati objek yang berukuran sangat kecil.

Siswa perlu mengetahui:

  • fungsi mikroskop;

  • bagian-bagian mikroskop;

  • cara membawa mikroskop;

  • cara menggunakan mikroskop;

  • cara membuat preparat sederhana;

  • cara menggambar hasil pengamatan.

Kegiatan Praktikum

Mengamati Sel Epidermis Bawang Merah

Siswa:

  1. menyiapkan preparat;

  2. meletakkan preparat pada meja objek;

  3. mengatur fokus;

  4. mengamati menggunakan lensa;

  5. menggambar hasil pengamatan;

  6. memberi keterangan bagian yang terlihat.


6. Tingkatan Organisasi Kehidupan

Urutannya:

Sel → Jaringan → Organ → Sistem Organ → Organisme

Contoh:

Sel otot → Jaringan otot → Jantung → Sistem peredaran darah → Manusia


BAB 8

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

1. Pengertian Klasifikasi

Klasifikasi adalah kegiatan mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri.


2. Tujuan Klasifikasi

Klasifikasi bertujuan untuk:

  • mempermudah mengenali makhluk hidup;

  • mempermudah mempelajari makhluk hidup;

  • mengetahui persamaan dan perbedaan;

  • mengetahui hubungan kekerabatan.


3. Dasar Klasifikasi

Makhluk hidup dapat dikelompokkan berdasarkan:

  • bentuk tubuh;

  • ukuran;

  • habitat;

  • cara memperoleh makanan;

  • cara berkembang biak;

  • struktur tubuh;

  • ciri-ciri lainnya.


4. Kunci Determinasi Sederhana

Kunci determinasi digunakan untuk membantu mengidentifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya.

Contoh:

Apakah memiliki sayap?

Ya → kelompok A

Tidak → lanjut ke pertanyaan berikutnya.


BAB 9

EKOSISTEM

1. Pengertian Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya.


2. Komponen Ekosistem

Komponen Biotik

Komponen yang berupa makhluk hidup.

Contoh:

  • manusia;

  • tumbuhan;

  • hewan;

  • bakteri;

  • jamur.

Komponen Abiotik

Komponen tidak hidup.

Contoh:

  • air;

  • tanah;

  • udara;

  • cahaya matahari;

  • suhu;

  • kelembapan.


3. Interaksi Antarmakhluk Hidup

Predasi

Hubungan antara pemangsa dan mangsa.

Contoh:

kucing → tikus

Kompetisi

Persaingan antarmakhluk hidup.

Contoh:

Dua tumbuhan bersaing mendapatkan cahaya matahari.

Mutualisme

Kedua organisme mendapatkan keuntungan.

Contoh:

Lebah dan bunga.

Komensalisme

Satu organisme mendapatkan keuntungan, sedangkan organisme lain tidak dirugikan maupun diuntungkan secara signifikan.

Parasitisme

Satu organisme mendapatkan keuntungan sedangkan organisme lain dirugikan.


4. Rantai Makanan

Contoh:

Rumput → Belalang → Katak → Ular → Elang

Keterangan:

  • Rumput = produsen;

  • Belalang = konsumen tingkat I;

  • Katak = konsumen tingkat II;

  • Ular = konsumen tingkat III;

  • Elang = konsumen tingkat lebih tinggi.


5. Jaring-Jaring Makanan

Jaring-jaring makanan merupakan gabungan dari beberapa rantai makanan yang saling berhubungan dalam suatu ekosistem.


6. Aliran Energi

Energi utama ekosistem berasal dari matahari.

Secara sederhana:

Matahari → Produsen → Konsumen → Pengurai

Semakin tinggi tingkat trofik, energi yang tersedia umumnya semakin kecil.


BAB 10

PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN PELESTARIAN

1. Pencemaran Lingkungan

Pencemaran dapat terjadi pada:

  • air;

  • udara;

  • tanah.


2. Pencemaran Air

Penyebab:

  • limbah rumah tangga;

  • limbah industri;

  • sampah;

  • deterjen;

  • bahan kimia.

Dampaknya:

  • kematian organisme air;

  • air menjadi tidak layak digunakan;

  • terganggunya ekosistem.


3. Pencemaran Udara

Penyebab:

  • asap kendaraan;

  • asap pabrik;

  • pembakaran sampah;

  • kebakaran hutan.


4. Pencemaran Tanah

Penyebab:

  • sampah plastik;

  • limbah berbahaya;

  • penggunaan bahan kimia secara berlebihan.


5. Upaya Pelestarian Lingkungan

Siswa dapat menerapkan:

3R

Reduce – mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah.

Reuse – menggunakan kembali barang yang masih dapat digunakan.

Recycle – mendaur ulang barang menjadi produk baru.

Selain itu:

  • menghemat air;

  • menghemat energi;

  • menanam pohon;

  • menjaga kebersihan lingkungan;

  • mengurangi plastik sekali pakai;

  • memilah sampah.


RENCANA URUTAN MATERI SEMESTER 1

MingguMateri Pokok
1Hakikat IPA
2Keterampilan Proses Sains
3Pengukuran dan Besaran
4Alat Ukur dan Praktik Pengukuran
5Zat dan Sifatnya
6Wujud Zat
7Perubahan Fisika dan Kimia
8Asesmen Tengah Semester
9Campuran dan Pemisahan Campuran
10Suhu dan Pengukuran Suhu
11Kalor dan Perpindahan Kalor
12Makhluk Hidup dan Sel
13Struktur Sel Tumbuhan dan Hewan
14Mikroskop dan Praktikum Sel
15Organisasi Kehidupan
16Klasifikasi Makhluk Hidup
17Ekosistem dan Interaksi
18Rantai Makanan dan Perubahan Lingkungan
19Asesmen Sumatif Semester

Catatan: pembagian minggu dapat disesuaikan dengan kalender pendidikan dan jumlah minggu efektif sekolah.


KEGIATAN PRAKTIKUM YANG DISARANKAN

Agar pembelajaran IPA tidak hanya berupa hafalan, berikut kegiatan praktikum yang dapat dilakukan:

No.PraktikumKonsep
1Mengukur berbagai bendaPengukuran
2Mengukur suhu airSuhu
3Mengamati perubahan wujud esPerubahan zat
4Membandingkan perubahan fisika dan kimiaPerubahan zat
5Memisahkan pasir dan airFiltrasi
6Memisahkan garam dari airPenguapan
7Mengamati perpindahan kalorKalor
8Mengamati sel bawang merahSel
9Menggunakan mikroskopKeterampilan proses
10Mengidentifikasi makhluk hidup di lingkungan sekolahKlasifikasi
11Mengidentifikasi komponen ekosistem sekolahEkosistem
12Membuat rantai makananAliran energi
13Mengidentifikasi masalah sampah sekolahLingkungan
14Membuat proyek sederhana 3RPelestarian lingkungan

PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Untuk kelas VII, pembelajaran sebaiknya menggunakan pendekatan yang membuat siswa aktif menemukan konsep.

Siklus pembelajaran yang disarankan:

Mengamati → Menanya → Mencoba → Mengumpulkan Data → Menganalisis → Menyimpulkan → Mengomunikasikan → Merefleksi

Contoh:

Guru tidak langsung menjelaskan:

"Es mengalami perubahan wujud mencair."

Tetapi guru dapat memberikan es kepada siswa dan bertanya:

"What happens to the ice after 10 minutes?"

Kemudian siswa:

  1. mengamati;

  2. mencatat perubahan;

  3. mengukur waktu;

  4. mendiskusikan penyebab;

  5. membuat kesimpulan.

Dengan demikian, siswa memperoleh pengalaman belajar IPA melalui proses ilmiah.


TARGET KOMPETENSI AKHIR SEMESTER

Pada akhir Semester 1, peserta didik diharapkan mampu:

  1. menjelaskan hakikat IPA;

  2. menerapkan keterampilan proses sains;

  3. menggunakan alat ukur dengan tepat;

  4. menyajikan hasil pengukuran;

  5. menjelaskan sifat dan wujud zat;

  6. membedakan perubahan fisika dan kimia;

  7. menjelaskan perubahan wujud zat;

  8. membedakan unsur, senyawa, dan campuran;

  9. menjelaskan metode pemisahan campuran;

  10. menjelaskan konsep suhu dan kalor;

  11. menjelaskan perpindahan kalor;

  12. menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup;

  13. menjelaskan struktur dasar sel;

  14. menggunakan mikroskop dengan benar;

  15. menjelaskan organisasi kehidupan;

  16. melakukan klasifikasi sederhana makhluk hidup;

  17. menjelaskan komponen biotik dan abiotik;

  18. menganalisis interaksi dalam ekosistem;

  19. membuat rantai dan jaring-jaring makanan;

  20. menganalisis perubahan lingkungan serta merancang tindakan sederhana untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Catatan Kurikulum: Karena IPA berada pada Fase D (kelas VII–IX), Capaian Pembelajaran tidak harus diselesaikan seluruhnya hanya pada kelas VII atau Semester 1. Guru/satuan pendidikan memiliki ruang untuk menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan urutan materi sesuai karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, serta alokasi waktu yang tersedia.

Posting Komentar untuk "MATERI PEMBELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER I"